Refreshing Dengan Motor Touring

ADN-Helium-Hitam

Salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh suatu club motor adalah kegiatan touring. Melakukan kegiatan touring merupakan salah satu event untuk mempererat rasa persaudaraan antar para anggota. Tempat tujuan touring biasanya tempat-tempat wisata yang berada di luar kota, baik itu tempat wisata yang sudah umum dikunjungi oleh banyak orang dimana akses kendaraan umum sudah ada ataupun tempat wisata yang belum terlalu terjamah orang yang belum ada fasilitas angkutan umumnya. Kegiatan touring biasanya dilakukan pada saat akhir pekan disaat sebagian besar anggotanya libur bekerja dan juga sebagai ajang refresing setelah penat bekerja.

Kegiatan touring memang mengasyikan biasanya ada beberapa hal yang harus diperhatikan para touringers sebelum melakukan touring. Beberapa hal yang diperhatikan untuk kesiapan motor touring adalah:

  • Kondisi mesin dan roda sepeda motor, sebelum pergi touring sangat dianjurkan bagi para rider untuk mengecek kondisi mesin tunggangannya, apakah ada dalam kondisi prima atau tidak. Bagi rider yang mempunyai skill dibidang mesin, dapat mengecek sendiri kondisi mesin motornya namun bagi yang tidak bisa dapat mengeceknya di bengkel motor langganan atau bengkel motor yang terpercaya. Selain kondisi mesin, kondis roda juga penting diperhatikan mulai dari tingkat kebotakan ban, tekenan angin serta kepegasan shockbreaker.
  • Lampu, lampu merupakan salah kelengkapan sepeda motor yang harus diperhatikan sebagai penerangan saat perjalanan, karena perjalan touring yang memakan waktu yang cukup lama bahkan sampai malam hari sehingga kondisi lampu perlu diperhatikan agar tetap bisa melihat kondisi jalanan terlebih jalanan yang asing bagi pengendara.
  • Bagasi, bagasi juga merupakan salah satu perlengkapan touring yang diperlukan, hal ini karena perjalanan touring yang biasanya lebih dari satu hari sehingga pengendara harus membawa pakain ganti ataupun perlengkapan lainnya. Namun untuk jenis motor lelaki/motor batangan tidak dilengkapi dengan bagasi biasanya menambahkan box motor yang dipasang di bagian belakang motor.  Perlengkapan yang dianjurkan untuk dibawa tentu saja salah satunya adalah jaket touring untuk melindungi tubuh dari terpaan angin yang kencang.

Setelah melakukan pengecekan kesiapan kondisi motor, hal berikutnya adalah meminta surat izin untuk melakukan perjalan secara konvoi kepada instansi yang terkait atau bahkan bisa juga untuk meminta pengawalan dari instansi yang memberikan izin. Saat melakukan konvoi biasanya ada yang rider yang bertugas sebagai pembuka jalan yang berada di depan, biasanya yang berada di posisi depan adalah pengendara yang sudah hafal medan jalan dan mempunyai jam terbang yang tinggi dalam masalah touring. Hal ini karena pembuka jalan akan diikuti oleh pengendara lain yang ada dibelakangnya ketika pembuka jalan mengintruksikan untuk menyalip suatu kendaraan, maka rider yang dibelakangpun mengikutinya. Selain rider pembuka jalan ada juga rider yang bertugas di belakang untuk menutup barisan konvoi. Saat konvoi biasanya kecepatan antar rider diusahakan agar tetap sama serta menjaga jarak yang aman agar tidak terjadi tubrukan saat pengereman mendadak atau ada rider yang tertinggal jauh.

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: